Semuanya menunggu berlaku keruntuhan untuk mengubah dasar negara. Semuanya menunggu berlaku keruntuhan untuk meluluskan peruntukan. Mereka tidak bisa berfikir, tidak bisa mencerna pembangunan yang integriti, meski dididik dengan pengajian yang tinggi dan dibayar dengan peluh rakyat dalam jumlah yang sangat besar.
Kemana hilangnya kemanusiaan yang manusiawi, dalam mengurus tanggungjawab pada ummah ini. Kenapa mereka ini?.
Hari ini, satu lagi monumen kebanggaan ulul amri minkum runtuh, sujud dan terlantar mencium bumi. Marhaen, pungutlah puin-puin itu, kerana ia adalah titik peluh kamu!.
KPI: Iklan Jangan Bingungkan Masyarakat - Berita
-
JAKARTA (Arrahmah.com) - Banyaknya iklan produk atau promosi yang beredar di
stasiun televisi mengundang perhatian khusus dari Komisi Penyiaran Indonesia
(...
21 hours ago
